MALANG – Foto profil Anies Baswedan di media sosial belakangan menjadi perhatian warganet. Ilustrasi dengan gaya visual khas tersebut ramai diperbincangkan setelah sejumlah pengguna mencoba membuat gambar serupa menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Perkembangan teknologi generator gambar berbasis AI memang membuat masyarakat semakin mudah menghasilkan ilustrasi hanya melalui perintah teks. Namun, kemajuan tersebut juga memunculkan diskusi mengenai persoalan hak cipta, penggunaan gaya visual seniman sebagai referensi, hingga dampaknya terhadap keberlangsungan profesi ilustrator.
Di tengah ramainya penggunaan gambar berbasis AI, Anies justru mengajak masyarakat untuk memberikan apresiasi langsung kepada kreator lokal. Melalui akun X miliknya, Anies menjelaskan bahwa ilustrasi foto profil yang digunakannya merupakan karya ilustrator Indonesia, @Alaihomgabreng.
Unggahan tersebut menjadi respons atas cuitan seorang ilustrator yang menyoroti fenomena karya seni yang kerap dijadikan referensi oleh teknologi AI untuk menghasilkan gambar dengan gaya serupa.
Ilustrator tersebut mengajak masyarakat agar lebih memilih mencari dan memesan karya langsung kepada seniman pembuatnya, dibandingkan menjadikan karya tersebut sebagai bahan pembelajaran teknologi AI tanpa keterlibatan kreator asli.
Sikap Anies mendapat respons positif dari sejumlah pengguna media sosial. Banyak warganet menilai langkah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pekerja kreatif lokal sekaligus pengingat pentingnya menghargai karya orisinal di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Menurut sejumlah tanggapan warganet, setiap ilustrasi tidak hanya merupakan hasil akhir berupa gambar, tetapi juga mencerminkan proses kreatif, waktu, dan kemampuan seorang seniman yang perlu mendapatkan penghargaan.
Ajakan Anies tersebut menjadi pengingat bahwa kemajuan teknologi AI perlu berjalan beriringan dengan penghormatan terhadap hak dan karya para kreator, terutama para ilustrator lokal yang terus menghasilkan karya secara mandiri.(red/lis)
0 Komentar